Ini Yang Akan Terjadi Jika Kamu Kekurangan Vitamin D

Vitamin D merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kadar kalsium dan fosfat yang dibutuhkan oleh tubuh. Kurangnya vitamin D mengakibatkan penguatan tulang dan pertumbuhan terhambat. Dengan paparan sinar matahari pagi adalah solusi untuk gangguan kesehatan ini. Manfaat vitamin D adalah untuk memperkuat pertumbuhan tulang, membuat tekanan darah menjadi stabil, dan dapat membunuh bakteri.

Terdapat banyak kasus yang kekurangan vitamin D. Sebagian menyebabkan seseorang mudah lelah dan merasakan pegal di seluruh tubuh. Pada anak-anak dan orang dewasa akan mengalami kelainan pada tulang persendian. Dalam sebuah penelitian, kekurangan vitamin D kebanyakan terjadi pada bayi baru lahir atau batita. Kekurangan vitamin D pada bayi dapat dilihat dengan timbulnya gejala seperti kejang, otot menjadi kaku, dan sulit bernafas.

Ini Yang Akan Terjadi Jika Kamu Kekurangan Vitamin D

Anak-anak pada umumnya mengalami gangguan pertumbuhan pada tulang tengkorak dan tulang kaki yang lunak. Akibat nyeri pada tulang kaki, ototpun ikut sakit, dan melemahnya otot-otot. Kaki akan terlihat bengkok atau melengkung. Kondsi ini disebut dengan rakitis. Tetapi pada orang dewasa kekurangan vitamin D ada dua tingkatan.

Pertama, tingkatan ringan yang terjadi pada orang dewasa yang hanya merasakan kelelahan dan perasaan kurang sehat. Sedangkan pada tingkatan ke dua, orang dewasa merasakan melemahnya kondisi tubuh, sulit bangun tidur, kesulitan menaiki tangga, sakit akibat menahan beban berat, dan jalan dengan sempoyongan.

Dalam sejumlah penelitian risiko akibat kurangnya vitamin D adalah sebagai berikut:

Skizofrenia

Kekurangan vitamin D dapat berisiko mengidap penyakit skizofrenia dalam dua kali lipat. Penyakit ini merupakan gangguan pada otak dan ditandai dengan gejala seperti sulit berkonsentrasi, bicaranya ngawur, dan halusinasi. Skizofrenia dapat ditangani dengan sejumlah pengobatan, seperti terapi psikososial dan pendidikan dalam kelompok pendukung seperti keluarga.

Osteoporosis

Penyakit ini terjadi akibat pengapuran atau mengeroposnya tulang, tetapi biasanya terjadi pada orang tua saja. Dalam masa menepouse akan rentan terkena osteporosis karean pertumbuhan tulang menjadi sangat lamban dan menghilang sehingga membuat tulang menjadi rapuh. Sebagian besar ini terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Osteoporosis dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang berkalsium tinggi dan berolahraga secara teratur.

Deformitas

Vitamin D membantu mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh. Nutrisi ini dibutuhkan agar tulang, gigi, dan otot tetap sehat. Kurangnya vitamin D dapat menyebabkan deformitas tulang seperti rakhitis pada anak-anak.Ā Deformitas adalah kelainan pada perkembangan anak yang terlihat pada waktu lahir, kelainan ini terjadi akibat dimulai dari saat dalam kandungan.

Osteomalacia

Nyeri tulang disebabkan oleh kondisi yang disebut osteomalacia pada orang dewasa. osteomalacia adalah proses perkembangan tulang yang tidak mengeras dengan sempurna. Penyakit ini hampir mirip dengan osteoporosis yang sama dapat menyebabkan tulang patah.

Vitamin D dapat ditemukan pada sejumlah makanan, diantaranya:

  • ikan yang mengandung banyak minyak yang menyehatkan
  • daging merah
  • ikan sarden
  • hati
  • kuning telur
  • susu sapi
  • suplemen diet

Vitamin D yang dibutuhkan

Bayi sampai usia satu tahun membutuhkan vitamin D sebanyak 5-10 mg perhari. Dari anak-anak usia satu tahun dan orang dewasa membutuhkan vitamin D sebanyak 10 mg termasuk wanita hamil dan menyusui serta orang yang berisiko kekurangan vitamin D.

Penggunaan vitamin D

Minumlah suplemen vitamin D dengan saran dari dokter. Mengkonsumsi suplemen vitamin D dapat diminum setelah atau sebelum makan. Diusahakan menggunakan sendok takaran dari dokter, jika suplemen berbentuk cair. Jangan mencoba menggandakan suplemen yang telah lupa diminum.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*