Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe

Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe,-

Benarkah jahe bisa mengurangi rasa muntah pada seseorang pengidap HIV / AIDS?

Temukan jawabannya, di bawah iniā†µ


HIV (Human Immunodeficienci Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan suatu infeksi dan penyakit. Hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan, tetapi ada pengobatan yang diyakini bisa digunakan untuk memeperlambat perkembangan penyakit ini.

Melakukan pengobatan juga akan membuat pengidapnya hidup lebih lama, sehingga dapat menajalani hidup dengan normal. Dengan melakukan penanganan yang efektif pada sejak dini, infeksi HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi virus penyakit HIV. Pada tahap tersebut, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi itu sudah hilang sepenuhnya.

Penyebaran HIV

HIV merupakan salah satu jenis virus yag rapuh dan tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Virus ini bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi HIV. cairan ini adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan air susu ibu (ASI). Virus ini tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Di Indonesia negara kita faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu tidak amannya hubungan seks dan bergantian jarum suntik saat penggunaan narkoba. Berikut adalah beberapa cara dalam penyebaran HIV lainnya:

  • Penularan dari seorang ibu kepada bayi pada masa kehamilannya, ketika melahirkan, atau menyusui.
  • Melalui seks oral
  • Pemakaian alat bantu seks dengan bersama-sama atau bergantian
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi virus HIV
  • Pemakaian jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, seperti spon dan kain pembersihnya.

Tes Infeksi HIV

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV disertai konseling. Cepatlah berkunjung ke klinik kesehatan terdekat untuk tes HIV. Dengan melakukan tes ini, akan diketahui hasil diagnosisi virus HIV pada tubuh Anda. Dalam waktu 2-4 minggu setelah terinfeksi HIV, gejalanya mulai berangsur-angsur, terutama pada tubuh orang yang terinfeksi. Beberapa tanda awal meliputi penurunan berat badan, bisul, kelenjar getah bening bengkak, dan sakit kepala.

Gejala-gejala ini juga mencakup masalah seperti diare, mual dan muntah, yang menyebabkan banyak masalah kesehatan terkait pada pasien HIV / AIDS. Muntah terutama bisa membahayakan kesehatan seseorang. Komplikasi tak terelakkan terutama jika mual dan muntah sering terjadi. Penyebab mual dan muntah konstan pada pasien sebagian besar disebabkan oleh pengobatan. Obat antiretroviral diketahui menyebabkan masalah lambung ini. Terlepas dari itu, viral load, infeksi dan pembengkakan yang sedang berlangsung di tubuh juga dapat menyebabkan penyakit pada pasien. Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe

Gejala HIV yang sering terjadi dan cara pengobatannya

Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe

Mual dan muntah. Yang pertama dari sekian gejala terburuk dari pengidap HIV/AIDS adalah mual dan muntah. Seharusnya mereka menghentikan pengobatan antiretroviral karena penyakitnya menjadi terlalu berat untuk mereka tanggung. Salah satu komponen utama muntah adalah asam lambung erosif. Muntah terus-menerus menyebabkan saluran udara, mulut, tenggorokan dan gigi bersentuhan dengan cairan lambung yang kuat, yang kemudian dapat merusak paru-paru, tenggorokan dan enamel gigi. Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe

Muntah juga bisa menyebabkan kekurangan gizi dan ketidakseimbangan elektrolit pada pasien, yang tidak baik dari sudut pandang kesehatannya. Akhirnya, sistem kekebalan tubuh bisa melemah, membuat mereka rentan terhadap infeksi oportunistik. Adapun jahe yang dapat membantu mengatasi mual dan muntah pada pengidap HIV. Jahe adalah anti-emetik yang kuat, yang membantu menahan mual dan muntah. Selama berabad-abad, jahe telah digunakan untuk mengatasi berbagai masalah gastrointestinal.

Seringkali diresepkan untuk wanita hamil yang mengalami muntah selama kehamilannya. Dari perspektif pasien HIV / AIDS yang merasa sulit melanjutkan pengobatan karena mual, jahe bisa menawarkan beberapa harapan. Dalam sebuah penelitian, pengidap HIV yang diberi jahe menemukan bahwa mual mereka mereda selama pengobatan mereka.Selain jahe, ada ramuan lainnya yang bisa memberikan efek lega dari mual tersebut. Untuk mengatasi mual akibat antiretroviral, pasien dapat mencoba ramuan yang dibuat dari peppermint, cengkeh dan jeruk nipis. Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe

Cara mencegah penyakit HIV

Cara yang terbaik untuk mencegah HIV adalah melakukan hubungan seks dengan aman, tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan lainnya yang berkaitan dengan alat suntik. Siapa saja yang pernah berhubungan seks dan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dengan menggunakan jarum atau suntkan, tentu lebih berisiko terjangkit virus HIV. Gejala HIV Yang Bisa Diobati Dengan Jahe

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*