6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan,-

Sunat atau khitan atau dalam bahasa medis disebut sirkumisi adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Proses ini bisa dilakukan juga pada saat setelah dua atau tiga hari dilahirkan. Pada umumnya di Indonesia, proses ini dilakukan saat anak laki-laki duduk di bangku sekolah dasar. Sangat jarang dilakukan pada usia dewasa atau pun tua karena akan mengalami risiko dan tingkat kesulitan. 6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

Prosedur pembedahan yang tertua adalah sunat laki-laki dan diyakini telah ada selama 15.000 tahun terakhir. Praktik yang telah teruji waktu, sunat sangat penting dalam Islam dan Yudaisme, di mana ritual ini untuk menginduksi laki-laki ke dalam iman. Terlepas dari signifikansi religius, sunat dipraktikkan untuk beberapa manfaat kesehatan yang terkait dengannya. Sunat memungkinkan kebersihan yang lebih baik dan penurunan kemungkinan infeksi ISK, IMS dan penis.

6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

 

Dapat Mencegah Risiko HIV/AIDS

Bukti juga menunjukkan bahwa sunat juga berperan dalam mengurangi risiko infeksi HIV pada pria heteroseksual. Lebih dari empat puluh penelitian telah dilakukan untuk melihat apakah ada kepercayaan terhadap hipotesis tersebut. Hasil penelitian sangat menggembirakan. Penelitian membuktikan bahwa laki-laki yang disunat kemungkinan dua sampai delapan kali lebih kecil kemungkinan terinfeksi HIV. Bukti paling menarik berasal dari sebuah penelitian di Uganda, di mana wanita tersebut positif mengalami HIV tapi suaminya tidak. Uji coba terkontrol lainnya juga memastikan bahwa sunat mencegah risiko infeksi HIV pada pria heteroseksual sebesar 60 persen.

Sekitar 70 persen pria terinfeksi HIV melalui hubungan seks vaginal dan insertive anal. Karena titik masuk utama untuk HIV adalah penis. Ini seolah-olah berarti bahwa kedua pria yang disunat maupun yang tidak disunat sama-sama berisiko terinfeksi oleh virus. Tapi bukti menunjukkan sesuatu yang sama sekali berbeda. Pria yang disunat lebih terlindungi dari HIV dibandingkan mereka yang tidak disunat. 6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

Penis yang tidak disunat terdiri dari poros, kelenjar, pembukaan uretra, frenulum dan permukaan dalam dan luar kulup. Permukaan bagian dalam kulup dan frenulum memiliki banyak reseptor HIV, yang membuat orang yang tidak disunat lebih rentan terhadap infeksi HIV jika mereka melakukan hubungan seks tanpa kondom. 6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

Namun, pada pria yang disunat, kelenjar penis membentuk lapisan keratinis (kulit yang lebih tebal), yang memberi penghalang perlindungan terhadap HIV. Kulit yang sedikit lebih keras pada permukaan epitel penis glans berfungsi seperti kondom alami, mencegah PMS seperti HIV, gonore dan sifilis.sunat saja tidak akan berfungsi sebagai metode kontrasepsi yang efektif. Disunat atau tidak disunat, pria harus menggunakan tindakan profilaksis seperti kondom untuk mencegah HIV dan infeksi menular seksual lainnya. 6 Manfaat Sunat Pada Kesehatan

Manfaat Sunat

Selain untuk mencegah HIV, sunat juga banyak manfaatnya diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Sunat dapat mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis. Tetapi terlepas dari itu pria juga harus melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman.
  • Dapat mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti rasa nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis. Kondisi ini dapat menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.
  • Dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang bisa merujuk pada masalah ginjal. Infeksi ini lebih sering terjadi pada pria yang tidak disunat.
  • Dapat mengurangi risiko kanker penis
  • Dapat mengirangi kanker serviks pada pasangan dan akan menurunkan risiko kanker serviks pada wanita yang pasangannya telah menjalani prosedur sirkumsisi.
  • Dapat membuat kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang trelah disunat akan lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatan dapat terjamin dibandingkan dengan yang tidak disunat.

Risiko Sunat

Sunat tetap memiliki risiko seperti proses bedah lainnya meski sunat bermanfaat bagi kesehatan. Efek sampingnya yaitu:

  1. Mengalami pendarahan
  2. Terjadinya infeksi pada luka sunat
  3. Adanya gangguan di saluran kemih
  4. Kulit kulup akan terpotong terlalu pendek atau terlalu panjang
  5. Sisa kulup dapat menempel kembali ke ujung penis sehingga perlu lakukan operasi kecil sebagai penangananya
  6. Sensitivitas penis yang telah disunat berkurang, sehingga dapat berpengaruh pada hubungan seksual
  7. Dapat menjadi tindakkan berbahay jika dilakukan pada pasien yang menagalmi gangguan pembekuan darah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*